| Category: | Music | | Genre: | Rock | | Artist: | System of A Down |
Setelah digeber oleh kedahsyatan album Mezmerize, satu dari double album yang dirilis oleh SOAD di tahun 2005, maka penggemar mereka pasti ng’gak tahan buat dengerin satu album lagi yg akan melengkapinya. Hipnotized itu judul albumnya, yang rilis di bulan Oktober 2005. Tidak banyak artis atau band yg bisa merilis double album dalam perjalanan karirnya, SOAD adalah band yg beruntung. Meski tentu saja, double album ini tidak dirilis dalam waktu yg bersamaan. Mezmerize dirilis Maret 2005, sementara satu album lagi Hypnotized di bulan Oktober 2005. Uniknya juga, cover CD dan packaging Hypnotized memang di disain agar kedua album itu bisa disatukan penyimpanannya. Disainer grafis utk sampul album mereka bukan orang lain, melainkan ayah dari Malakian, sang gitaris. Materi lagu di album ini, terus terang dibawah harapan saya. Rasanya hambar, seperti lagu dg konsep pengulangan yg diambil dari album sebelumnya, Mezmerize. Memang ada singel yg keren seperti Dreaming, dan Kill Rock & Roll. Tapi itu ng’gak bisa menandingi kedahsyatan Question dan BYOB di album Mezmerize. Ada single yang buram seperti Lonely Day dan Soldier Side, tapi tidak semerinding kalo kita denger Lost In Holywood di album sebelumnya.
 | Category: | Books | | Genre: | Religion & Spirituality | | Author: | Master Ching Hai |
Buku ini cukup mencerahkan buat kalian yang kebetulan lagi ngerasa jadi orang paling sial sedunia. Kalau sedang ditimpa masalah, biasanya kita selalu ngerasa kalau Tuhan ninggalin kita, Tuhan sudah ng’gak peduli sama kita, dan prasangka buruk lainnya, (lagian kalo emang Tuhan udah ng’gak peduli sama kita, terus mau apa? Demo?) Di buku ini Supreme Master Ching Hai (SMCH), guru spiritual yang dikenal dengan Metode Meditasi Kuan Yin, menyadarkan kita bahwa Tuhan tidak pernah memutuskan hubungan dengan manusia. Justru kita yang menutup jiwa kita dengan dosa, sehingga tidak ada sambungan lagi dengan Nya. Gagasan utama yang disampaikannya di buku ini tentang ‘mendekatkan dan menghubungkan diri kita dengan Tuhan’ dan ‘mencapai tingkat kesadaran tertinggi untuk menuju surga’. Ada beberapa konsep pengembangan yang pada akhirnya, selalu sampai di kesimpulan, “kita harus mencapai kesadaran spiritual tertentu agar bisa menghadirkan Tuhan di dalam diri’. (baca juga Jurnal : Supreme Master Ching Hai – A Fashionable Guru). Beberapa kutipan menarik di buku itu, misalnya “Tuhan setiap saat berbicara kepadamu, tapi kamu tidak pernah mau mendengar”. Dengan cara yang sederhana, SMCH memotivasi pendengarnya, bahwa melakukan kontak dengan Tuhan bukan hanya milik orang-orang suci tempo dulu. Semua orang bisa melakukannya, karena kita berasal dari materi yang sama, dari Surga. Dengan konsep yang abstrak dan memerlukan pemahaman metafisis, SMCH berhasil menyederhanakan penyampaiannya, sehingga mudah ditangkap esensinya oleh pembaca pada umumnya. Biasanya, penulis tentang materi spiritual macam begini, sering tidak kompromi terhadap daya tangkap pembaca yang berada di tingkat pemahaman menengah. Hasilnya, konsep-konsep spiritual yang absurd, diperumit dengan bahasa yg demonstratif, dan membuat pembaca kehilangan keseimbangan setelah membaca 5 halaman pertama bukunya. Tapi ini tidak terjadi pada buku dan ceramah SMCH. Ia mengimbangi kerumitan konsep Ketuhanan dengan bahasa yang sederhana, berorientasi kepada masyarakat umum, dan penampilan yang fashionable. Di buku ini secara singkat disampaikan tentang Metoda Kuan Yin, suatu bentuk meditasi yg ia kembangkan atas inspirasi gurunya di Himalaya-India. Beberapa persyaratan sebelum berlatih metode Kuan Yin, misalnya ; setiap orang harus melewati proses inisiasi, yaitu proses membuka mata hati kita, agar siap menerima Cahaya dan Suara yang merupakan media untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Selain itu, kita juga harus menjadi vegetarian, karena dengan memakan daging hewan, energi kemarahan dan ketakutan si hewan sebelum mati, akan menempel di jiwa kita. Hasilnya, kita menjadi lebih agresif dan kurang mengasihi kepada makhluk hidup. Pengikut ajaran dan metode SMCH telah tersebar di seluruh dunia. Di halaman akhir, dicantumkan seluruh tempat yang bisa membantu kita untuk mencapai inisiasi. Untuk mengenal profil sang Guru, kalian bisa lihat di website www.chinghai.org.tw
  | Category: | Music | | Genre: | Indie Music | | Artist: | MEW |
Terus terang aja saya ng’gak begitu perhatian sama band-band indie dari Inggris setelah Suede dan Shed Seven tahun 90-an lalu. Tapi sepertinya yang ini pantes untuk dilirik, terutama buat kalian yg merindukan band dengan karakter yg kuat dan khas. Album ini kuat! Kalo saya bilang kuat artinya, dalam 5 tahun ke depan belum tentu ada yang sanggup nyuri konsep band itu, apalagi menyaingi kedahsyatan musikalnya. Frengers dirilis tahun 2003. Bayangin aja, konsep musik techno-rock yg gegap gempita, ditimpa lirik bernuansa murung dan sedikit gelap. Karakter vokal Jonas Bjerre yang ber frekwensi tinggi, meninggalkan typical band Inggris yg shoe-gaze dan ‘sok-males’ istilah saya. Distorsi yang tebal, ng’gak bikin band ini nge-rock, malah suasana murung dan kelam lebih dominan disana. Barangkali dari sisi kekuatan musikal, band ini sejajar sama band kayak New Order atau Pet Shop Boys. Frengers adalah album ke 3 mereka. Sebelumnya mereka bikin album yg bener-bener indie dan di produksi terbatas. Album ini juga mereka produseri sendiri di bawah label Evil Office. Ini album pertama mereka yg di distribusi internasional, dan membuat band asli Swedia ini layak diperhitungkan. Dengerin deh lagu Am I Wry?No dan Snow Brigade. Rasanya bakalan jarang kita nemu band dg kekuatan karakter kayak begini. Di tahun 2005 ini mereka ngeluarin album berjudul ‘And The Glass Handed Kite’. Sayang, saya belum dapetin album itu, (dirilis di Indonesia ng’gak ya?).
  | Category: | Music | | Genre: | Indie Music | | Artist: | Weezer |
Setelah terpuruk dalam depresi, dan hidup dalam penderitaan yang dibikin sendiri, Dave Cuomo vokalis Weezer akhirnya kembali ke industri musik. Meditasi, yang jadi rutinitas Dave, ternyata tak berhasil mengembalikan kejayaan Weezer seperti awal kemunculan mereka di pertengahan 90-an. Di album Making Believe, mereka kembali mencoba peruntungan di bisnis impian anak muda sedunia. Setelah kecewa dengan album sebelumnya, selain debut Blue Album, single di album ini lumayan mengobati kerinduan kita pada Weezer. Dengerin aja lagu Perfect Situation, This Is Such A Pity, dan Pardon Me, semuanya membuktikan kesaktian Dave dalam bikin lagu memang belum tumpul. Dave yang egois dan absurd, emang ng’gak pernah yakin tujuan bermusiknya. Tapi album ini setidaknya membangkitkan semangat ketiga personil Weezer yang lain. Rekomendasi buat album ini : cocok buat kangen kangenan sama Weezer, dan buat kamu yg punya story di tahun 93 – 96 ketika Weezer yg lagi top di tahun 93 – 96
  | Category: | Music | | Genre: | Hard Rock & Metal | | Artist: | System Of A Down |
Saya gak nyangka kalo band ini masih bisa bikin album bagus setelah debut System Of A Down (SOAD) – self title di rilis tahun 96 lalu. Di album yg diberi judul Mezmerize ini, memang ng’gak senakal album sebelumnya. Meski di beberapa lagu, mereka tampil galak kayak di lagu Cigaro, atau BYOB yang dipilih sebagai salah satu lagu yg dibikin video music nya. Sebetulnya yang menjadi unggulan dari Mezmerize adalah sajian musik mereka yang emosional dan tertata dalam irama modern-metal yang berwibawa. Tengok saja stabilitas emosi mereka di lagu Question, Sad Statue, dan Lost in Hollywood. Sebetulnya formula seperti ini yang membawa mereka melejit di single hit nya Choop Suey dan Toxicity, di album Toxicity. Sebetulnya mereka sudah menyiapkan double-album di tahun 2005 ini, hanya saja mereka memutuskan untuk mengeluarkan satu album saja, Mezmerize. Jika itu yang akan menjadi menu utama SOAD, maka bisa dipastikan sekuel album mereka setelah ini, kurang lebih bernada sama. Dari 1 – 10, album ini saya anugrahi nilai 8,9!

| |