Jum’at sore 16 Sept lalu, saya diminta jadi nara sumber satu acara radio yg berjudul Friday’s Friend di Rase FM Bandung. Salah seorang crew radio tsb, teman saya waktu kuliah. Entah apa yg ada di pikirannya sampai suatu hari ia mengajukan profil saya sbg penggemar UFO, untuk di interview. Mereka membuat jadwal, dan dipersiapkanlah jadwal on-air plus lokasi yg asyik buat live dari luar studio. Jadi rencananya saya akan on-air / live interview dari Heritage (sebuah café dan factory outlet di kawasan jalan Banda Bandung), dan disiarkan dari sana.
Berangkatlah saya dari kantor menuju lokasi yg ditentukan. Saat itu Bandung baru selesai dihantam hujan yg cukup deras. Seperti biasa, jalanan setelah hujan, lebih macet dari biasanya. Sesampainya di lokasi, Heritage dipadati pengunjung yg hendak berbelanja produk fashion. Lokasi café yg akan dijadikan stasiun on-air sudah di set, bahkan ternyata sebelum acara saya, ada acara talk show yg juga diselenggarakan disana. Jadi ‘studio’ yg dipakainya adalah sebuah meja kafe, didampingi oleh 2 penyiar lengkap dg alat komunikasi jarak jauh dan head-phone. Mobil pemancar diparkir tidak jauh dari posisi meja yang memang di pilih di meja terluar dan terdekat dg tempat parkir.
5 menit sebelum jadwal on-air, seorang penyiar merangkap produser acara menghampiri saya dan menjelaskan teknis interview lengkap dg rundown acara.
Meja tempat siaran sudah disiapkan, beberapa menit lagi kami on-air. Untuk membangun suasana, diatas meja saya sebarkan buku dan majalah UFO koleksi saya, plus sebuah mainan E.T yang jarinya bisa menyala. Suasana terbangun, nuansanya UFO banget. Ini juga antisipasi saya kalau-kalau mood si penyiar belum begitu ‘tergairahkan’ dg hal-hal semacam UFO dan sci-fi. It’s work..kami bertiga terlibat obrolan yg asyik. Mungkin ini hanya asumsi saya, tapi setidaknya perangkat yg saya bawa, bisa memancing inspirasi pertanyaan atau sekedar ngasih suasana yg beda di acara tsb. Kebayang dong, kalo si penyiar nya bilang sama pendengar “wow..ini suasananya UFO banget, di depan saya ada boneka E.T dan buku ber illustrasi UFO..bla..bla..bla..”.
Satu hal yg selalu ada di pikiran saya dan saya tancapkan dalam-dalam, adalah, dalam semua jenis talk show baik melalui media elektronik maupun diskusi off-air, kita selalu terjebak dan menghabiskan waktu lama untuk membahas pertanyaan yg basic banget tentang UFO. Setiap sesi diskusi pasti ada muncul pertanyaan dari audiens ttg hal yang merupakan informasi awal, seperti ‘pernah ng’gak sih ada alien yg ditangkep?’ ‘pernah gak di indonesia ada piring terbang lewat?’ bahkan ‘UFO itu apa sih,saya penasaran?’. Mungkin separuh waktu diskusi akan terambil oleh pertanyaan basic tadi. Apalagi diskusi di radio atau televisi itu kan pemotongan waktunya ketat. Lagi asyik jawab pertanyaan, eh harus dipotong karena ada iklan yg musti tayang, abis gitu dipotong lagu, ..wah..mood nya abis deh..
Cuma satu hal yang harus disadari adalah, bahwa kita harus memberikan informasi awal ttg UFO kepada audiens yg mungkin baru pertama kali mendengarkan topik tsb. Harus disadari juga bahwa ng’gak banyak media informasi yg bisa diakses tentang hal ini dan tersedia dengan bebas dimana saja.
Ada beberapa SMS masuk di acara tsb, karena tidak melayani pertanyaan lewat telpon. Ada juga SMS yg langsung masuk ke HP saya, karena penyiar saya perbolehkan menyebarkan nomor HP dan e-mail saya.
Secara keseluruhan, sore itu asyik. Acara selesai jam 6 setelah adzan Maghrib, dan saya sempat hang-out di sana menikmati secangkir kopi dan beberapa batang rokok bersama seorang kawan.
Fan Fan F Darmawan
Grey Race Foundation