Sacred Script

Kalo buku kita ibaratkan sebuah hidangan makan siang, maka buku Kosmos (The Cosmic), ini adalah makan siang yang lengkap dari appetizer sampai hidangan penutup, sedap dg berbagai rasa, penuh gizi yg bikin kita kenyang dan dalam satu waktu, kalori tubuh terpenuhi. Ng’gak banyak buku science populer setebal lebih dari 400 halaman, yg ng’gak perlu sering-sering mengerutkan dahi ketika membacanya.

Sagan dikenal sebagai tokoh yg berwibawa di bidang Astronomi. Tapi di buku ini ia menunjukan bahwa dirinya tidak hanya seorang astronom, tapi juga seorang free-thinker, filsof dunia modern, seorang multi-interest, dan pencerita yg handal.

Di buku ini mungkin kita berharap dapat banyak data astronomi. Ternyata Sagan memberi lebih dari itu. Di awal buku, Sagan bertutur tentang proses perenungan dan pola berfikir tokoh science zaman dulu, mulai dari periode Iona/Yunani Kuno, sampai jaman Isaac Newton. Sagan mencengkeram pembaca dengan kisah tentang Perpustakaan Alexandria (didirikan abad 3 SM). Disini ia membuktikan diri sebagai seorang pencerita handal. Di bagian ini kita dibuat merinding membayangkan aktivitas science di jaman dahulu yg begitu sakral dan mistis. Semua perenungan tentang science, selalu diawali dg sebuah perenungan spiritual dan filosofis. Jika science saat ini mencoba memisahkan diri dg Tuhan, maka kalian akan terkejut dg fakta bahwa penemuan dan gagasan scientific masa lalu diilhami oleh kitab suci dan kekaguman thd Tuhan. Kalau ada waktu, coba jelajahi di search engine ttg gagasan spiritual Isaac Newton (penemu konsep gravitasi), dan Johannes Keppler (penemu konsep garis lintasan edar planet).

Di buku ini selintas digambarkan kehidupan spiritual dan sisi manusiawi tokoh science besar seperti Einstein, Newton, Keppler, dan filsuf jaman Yunani kuno. Misalnya saja, apakah kalian tahu bahwa Einstein dan Leonardo da Vinci berasal dari desa yg sama, Tuscan. Einstein setiap pagi berjalan seperti orang yg sedang melamun, dan Da Vinci juga seorang pemimpi diatas sebuah bukit, dan ia mendapatkan inspirasi sketsa sebuah kendaraan terbang disana. Keppler adalah seorang umat beragama yg taat. Ia meramalkan gerak planet dan bintang di abad ke 17, dan menyatakan bahwa alam semesta adalah mesin besar yg bergerak dg mekanik yg teratur, dg disain yg mengagumkan.

Di bab lain, Sagan adalah seorang free-thinker. Ia membayangkan apa jadinya jika sebuah embrio makhluk berkembang di atmosfer yg sama sekali tidak mirip dg bumi. Ia membayangkan akan seperti apa sebuah kebudayaan berkembang, di sebuah planet jauh dari galaksi kita. Jika kalian pernah membaca rumus ttg berapa persen kemungkinan sebuah kehidupan bisa berkembang di alam ini, di buku Kosmos kalian akan mendapatkan penjelasan rinci ttg teori ‘probabilitas’ ini. Ia adalah seorang yg membuka diri thd kemungkinan adanya kecerdasan dari luar bumi.

Di bagian lain, ia mengutip peristiwa ledakan di hutan Tunguska-Siberia yg menghasilkan pola ledakan yg sangat aneh. Jika meteorit, pasti akan menghasilkan cekungan akibat tumbukannya, maka di Tunguskan yg terjadi adalah ledakan yg merata membakar areal hutan. Ada kutipan dari para saksi yg menggambarkan dahsyatnya peristiwa ini.

Buku ini boleh dibilang bukan sebuah buku yg sempat meraih best-seller di Indonesia. Mungkin pembaca dg interest yg sangat tajam ke bidang astronomi atau spiritualitas-science bisa disebut agak langka. Hanya sebagai sebuah karya tulis populer, buku ini layak dinikmati dan dikoleksi.

Carl Sagan sebenarnya pernah menulis buku yg mendapat pujian dunia perbukuan International, berjudul The Dragon of Eden. Sayang buku ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.


Beberapa waktu lalu, di minggu pertama Desember, saya memesan kepada seorang teman untuk dibelikan beberapa buku dan VCD Supreme Master Ching Hai (SMCH) di salah satu stand di Indonesia Book Fair – Jakarta. Saya dengar nama dia sekitar 2 tahun lalu. Tidak banyak hal yg saya ketahui tentang dia waktu itu. Setahu saya dia punya ajaran new age yg berbicara tentang komunikasi trasedental, that’s all..

Lalu saya dibelikan vcd salah satu rekaman ceramah SMCH di Manila, dan sebuah buku karya-nya, berjudul  ‘Aku Datang Untuk Membawamu Pulang’.  Awalnya hanya kepenasaran aja, kok tiba-tiba SMCH muncul di publik dalam bentuk stand semi-eksebisi begitu. Beberapa tahun terakhir Falun Dafa juga melakukan hal yg sama, tapi kali ini label nya cukup fokus kepada seorang tokoh, The Supreme Master Ching Hai, lengkap dengan foto dirinya yang berukuran mencolok mata. Singkat cerita saya habiskan buku itu, dan saya tonton rekaman ceramahnya.

She’s amazing man! Saya cuma bisa bilang itu sama kalian.  Gagasan utama yang disampaikannya seputar ‘mendekatkan dan menghubungkan diri kita dengan Tuhan’ dan ‘mencapai tingkat kesadaran tertinggi untuk menuju surga’.  Ada beberapa konsep pengembangan yang pada akhirnya, selalu sampai di kesimpulan, “kita harus mencapai kesadaran spiritual tertentu agar bisa menghadirkan Tuhan di dalam diri’.

Sebenarnya gagasan spiritual seperti itu bukan hal yang baru untuk penganut agama dan filsafat timur.  Bahkan SMCH dalam buku dan ceramahnya mengutip isi ajaran Budha, Taoisme, Injil, dan Al Qur-an. Memang ajaran Budha lebih kental mengalir dalam presentasinya. Jika ditelusuri historis nya, SCMH yang lahir di salah satu kota di Vietnam.Ia terinspirasi ajaran Tao dari neneknya meski kedua orang tuanya beragama Katolik. Perjalanan spiritualnya pun membawanya ke Himalaya India, sampai akhirnya ia membuat satu metode meditasi Kuan Yin - Meditasi Cahaya dan Suara. Menurutnya, Tuhan hadir kedalam diri kita lewat Cahaya yang tidak bisa dilihat oleh mata, dan Suara yang tidak terdengar oleh telinga, abstrak huh? Guru yang baik akan selalu menunjukan bagaimana kita mencapai Cahaya dan Suara, yang dimaksud di ajaran ini.

Yang berbeda adalah, SMCH menumbuhkan motivasi spiritual audiensnya dengan pendekatan yang ‘terlihat mudah’.  Betapa kita terus menerus diingatkan bahwa Tuhan sebenarnya dekat dengan kita, dan untuk mencapainya bukan hal yang sulit.  Hanya diperlukan kesungguhan dan sedikit latihan meditasi, maka SMCH akan membantu menyalurkan Cahaya Surgawi kepada kita. Hanya diperlukan keterbukaan jiwa untuk menerima Cahaya dan Suara dari Surga untuk meningkatkan kita menjadi manusia dengan kesadaran lebih tinggi. Bertemu dan berbicara dengan Tuhan, terdengar mudah ketika disampaikan olehnya.

Di ceramahnya, dengan sangat ekspresif ia menyampaikan bahwa semua orang bisa berkomunikasi dengan Tuhan, dan untuk mencapai itu sangat mudah, “I will teach you how, later” ungkapnya. Lanjutnya lagi, setelah terbiasa maka kita akan bisa berkomunikasi dengan Tuhan, bahkan ketika kita sedang mencuci piring seklaipun.

Bukankah yang ‘terdengar mudah’ untuk suatu hal yang agung itu akan lebih bisa diterima oleh masyarakat pada umumnya? Seringkali seorang guru spiritual gagal dalam menanamkan esensi pencerahannya, karena tujuan akhirnya, ‘mencapai Tuhan’, terlihat sangat abstrak dan tidak ramah bagi pemahaman orang kebanyakan.  Berbicara masalah spiritual dan keTuhanan seakan-akan menjadi milik orang berpendidikan dan berwawasan tinggi. SMCH berhasil membahasakan konsep yang abstrak menjadi sesuatu yang bisa dimengerti.

Berikutnya SMCH

Memang pada akhirnya, totalitas untuk mencapai kesadaran spiritual tertinggi itu bukan sesuatu yang ‘piece a cake’. Tetap saja ada proses latihan dalam konsentrasi, menciptakan keheningan dalam diri, dan meditasi setidaknya 2 jam per hari. Dan jangan dilupakan anjurannya untuk menjadi vegetarian, (you’ll love this part !! ha..ha..). Untuk itulah SMCH menciptakan metode Kuan Yin, dimana sebelumnya kita harus melalui proses inisiasi (semacam membuka cakra/mata batin/soul agar lebih mudah berkomunikasi dengan Tuhan). Ketika sampai di materi ini, ternyata tidak mudah juga untuk bertemu dengan Tuhan.

SMCH adalah wanita yang juga memperhatikan keindahan dalam penampilan fisik. Di beberapa sesi ceramahnya, ia menggunakan pakaian yang mengkombinasikan gaya etnik oriental dengan sentuhan kontemporer. Tidak heran, karena sebagai penopang finansialnya, ia memproduksi disain pakaian, perhiasan, merchandise oriental, cd musik, selain tentu saja, buku. Ekspresi dalam memberikan ceramahnya berkesan ramah dan bersahaja. Mungkin ini sebagai penyeimbang dari materi ceramahnya yang sangat mistis, dan cara berpakaianya yang terlihat mahal.

SMCH memiliki banyak pengikut di hampir semua negara di dunia, bahkan Indonesia. Di Indonesia aktivitasnya di pusatkan di kota Bali, Jakarta, Jogja, Surabaya, dan Malang.

Dengan figur seunik dan sehebat ini, semestinya SMCH bisa lebih demonstratif lagi untuk di publikasikan di Indonesia. Stephen Covey, guru spiritual yg terkenal dg konsep 7 Habits nya, bisa membuat Presiden RI mengangkat bukunya tinggi-tinggi di halaman pertama Kompas awal Desember lalu. Apa yang tidak bisa dilakukan SMCH di Indonesia, jika saja ia dan pengagum ajarannya, diberi kesempatan tampil lebih terbuka lagi.



Blog EntryDo Angels Come Down to Earth?Nov 18, '05 2:54 AM
for everyone

Di milis betaufo@yahoogroups ada salah seorang member yang melaporkan ‘sighting’ sebuah objek berbentuk oval berwarna gelap di kawasan Candi Borobudur, sekitar tgl 6 Nov baru lalu. Sayang sekali moment itu tidak terdokumentasikan kamera. Menurut kesaksian, sehari setelah itu, 2 buah pesawat F5E Tiger milik AU berputar mengelilingi kawasan perbukitan candi Borobudur dalam jarak terbang yg relatif dekat ke permukaan tanah. Menurutnya, suara pesawat tersebut sangat memekakan telinga.

Here we go, satu lagi peristiwa yang memancing spekulasi para penggila UFO di tanah air. Apakah yg dilihatnya itu adalah sebuah balon udara? Apakah penerbangan 2 pesawat TNI AU di kawasan tsb tidak memiliki hubungan dg peristiwa penampakan UFO sehari sebelumnya?

Ada spekulasi dan sentilan yang menurut saya menarik adalah pernyataan “mungkin itu adalah malaikat yang turun ke bumi..”. Ini nyambung dengan saat perayaan Idul Fitri, yg dalam berbagai hal nuansanya pasti spiritual.

Sebenarnya, saya lagi ng’gak mood bahas kemungkinan UFO jenis apa yang terlihat di kawasan Candi Borobudur itu. Malah saya lebih senang kalau menemukan bahwa Borobudur dalam pembuatannya dibantu oleh alien yg datang dari kawasan India Utara dan Cina (he..he).

Yang ingin saya sampaikan sebenarnya, berbagai komentar atau sentilan peristiwa itu yang mengaitkan dengan turunnya entitas non-human ke bumi. Ini menarik untuk kita yang saat ini sedang hidup di nagara yg membuat frustasi dan tertekan.

Kita saat ini hidup di tengah kondisi yg menuntut utk bertahan hidup, bukan dengan senjata dan kesabaran saja, tapi dengan alat tukar bernama uang.  Sehingga orang yang tidak memiliki alat tukar, tidak akan bisa bertahan hidup, karena semua kebutuhan dasar kita harus ditukar dengannya. Dalam keputus asaan, beberapa rakyat miskin berharap keajaiban akan terjadi dan datangnya bukan dari pemerintah tetapi dari entitas lain diluar manusia. Mungkin kita berharap ada malaikat yg secara demonstratif menghukum para penjahat yg berkeliaran di gedung pemerintahan. Mungkin akan diutus lagi seorang nabi untuk menunjukan keajaiban dan mukjizatnya. Mungkin alien dari Plaeisades yg datang membawa pesan perdamaian. Semua yg dibutuhkan adalah sebuah keajaiban dan harapan.

Apakah malaikat akan turun ke bumi membagikan keajaibannya dalam waktu dekat ini?  

Kita berada di posisi yang sama ketika makhluk Neadhertal tidak bisa survive, karena para Homo Sapiens selalu banyak dan lebih cepat mendapatkan binatang buruan. Ini karena Neadhertal dengan kemampuan yg terbatas, hanya menggunakan pisau dari tulang binatang dan senjata untuk buruan jarak dekat. Mereka hanya mendapatkan binatang buruan, dengan cara mendekatinya, dan bertarung dengan menggunakan senjatanya. Lama kelamaan mereka tidak bisa bersaing dalam hal berburu dengan para Homo Sapien, makhluk yg berjalan lebih tegak dengan kulit yg lebih terang. Homo Sapiens mengunakan alat membunuh yang bisa digunakan dari jarak jauh, yaitu panah dan pelontar (mungkin sejenis ketepel/sling shot dg batu yang tajam). Kepandaian dan kecerdasan digunakan untuk mengungguli ras lain. Teknologi digunakan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dari pada ras yang belum mencapai satu teknologi. Bayangkan efektifitas sebuah pisau Neadhertal dg panahnya para makhluk cerdas Homo Sapiens.

Mungkin inilah yang kita istilahkan sebagai ‘survival of the fittest’, yang bisa unggul dan bertahan hidup lah yang akan keluar sebagai pemenang.  Ketika semua sumber daya bumi seperti bensin dan minyak tanah harganya melonjak naik, maka yang punya uang cukup lah yang akan bertahan hidup. Sisanya? Entahlah, apa akan banyak anak yang meninggal karena kurang gizi, atau banyak diantara mereka yang jadi penjahat dan berakhir di penjara, atau bentuk kemusnahan lain yg lebih mengerikan daripada ledakan bom atom di Jepang masa Perang Dunia ke II. Yang jelas akan ada yang musnah bagi mereka yang tidak bisa bertahan hidup, (atau tidak sanggup membeli minyak tanah).

Apakah malaikat akan lebih sering turun ke Bumi setelah Idul Fitri ini? Semoga saja, sehingga tarif listrik tidak naik awal Januari nanti, dan harga minyak dunia tetap stabil.

Peace out..!!

 

Fan Fan F Darmawan

Grey Race Foundation

Blog EntryUFO Talk Show di Rase FM 102,3 BandungSep 20, '05 3:50 AM
for everyone

Jum’at sore 16 Sept lalu, saya diminta jadi nara sumber satu acara radio yg berjudul Friday’s Friend di Rase FM Bandung. Salah seorang crew radio tsb, teman saya waktu kuliah. Entah apa yg ada di pikirannya sampai suatu hari ia mengajukan profil saya sbg penggemar UFO, untuk di interview. Mereka membuat jadwal, dan dipersiapkanlah jadwal on-air plus lokasi yg asyik buat live dari luar studio. Jadi rencananya saya akan on-air / live interview dari Heritage (sebuah café dan factory outlet di kawasan jalan Banda Bandung), dan disiarkan dari sana.

Berangkatlah saya dari kantor menuju lokasi yg ditentukan. Saat itu Bandung baru selesai dihantam hujan yg cukup deras. Seperti biasa, jalanan setelah hujan, lebih macet dari biasanya. Sesampainya di lokasi, Heritage dipadati pengunjung yg hendak berbelanja produk fashion. Lokasi café yg akan dijadikan stasiun on-air sudah di set, bahkan ternyata sebelum acara saya, ada acara talk show yg juga diselenggarakan disana. Jadi ‘studio’ yg dipakainya adalah sebuah meja kafe, didampingi oleh 2 penyiar lengkap dg alat komunikasi jarak jauh dan head-phone. Mobil pemancar diparkir tidak jauh dari posisi meja yang memang di pilih di meja terluar dan terdekat dg tempat parkir.

5 menit sebelum jadwal on-air, seorang penyiar merangkap produser acara menghampiri saya dan menjelaskan teknis interview lengkap dg rundown acara.

Meja tempat siaran sudah disiapkan, beberapa menit lagi kami on-air. Untuk membangun suasana, diatas meja saya sebarkan buku dan majalah UFO koleksi saya, plus sebuah mainan E.T yang jarinya bisa menyala. Suasana terbangun, nuansanya UFO banget. Ini juga antisipasi saya kalau-kalau mood si penyiar belum begitu ‘tergairahkan’ dg hal-hal semacam UFO dan sci-fi. It’s work..kami bertiga terlibat obrolan yg asyik. Mungkin ini hanya asumsi saya, tapi setidaknya perangkat yg saya bawa, bisa memancing inspirasi pertanyaan atau sekedar ngasih suasana yg beda di acara tsb. Kebayang dong, kalo si penyiar nya bilang sama pendengar “wow..ini suasananya UFO banget, di depan saya ada boneka E.T dan buku ber illustrasi UFO..bla..bla..bla..”.

Satu hal yg selalu ada di pikiran saya dan saya tancapkan dalam-dalam, adalah, dalam semua jenis talk show baik melalui media elektronik maupun diskusi off-air, kita selalu terjebak dan menghabiskan waktu lama untuk membahas pertanyaan yg basic banget tentang UFO. Setiap sesi diskusi pasti ada muncul pertanyaan dari audiens ttg hal yang merupakan informasi awal, seperti ‘pernah ng’gak sih ada alien yg ditangkep?’ ‘pernah gak di indonesia ada piring terbang lewat?’ bahkan ‘UFO itu apa sih,saya penasaran?’. Mungkin separuh waktu diskusi akan terambil oleh pertanyaan basic tadi. Apalagi diskusi di radio atau televisi itu kan pemotongan waktunya ketat. Lagi asyik jawab pertanyaan, eh harus dipotong karena ada iklan yg musti tayang, abis gitu dipotong lagu, ..wah..mood nya abis deh..

Cuma satu hal yang harus disadari adalah, bahwa kita harus memberikan informasi awal ttg UFO kepada audiens yg mungkin baru pertama kali mendengarkan topik tsb. Harus disadari juga bahwa ng’gak banyak media informasi yg bisa diakses tentang hal ini dan tersedia dengan bebas dimana saja.

Ada beberapa SMS masuk di acara tsb, karena tidak melayani pertanyaan lewat telpon. Ada juga SMS yg langsung masuk ke HP saya, karena penyiar saya perbolehkan menyebarkan nomor HP dan e-mail saya.

Secara keseluruhan, sore itu asyik. Acara selesai jam 6 setelah adzan Maghrib, dan saya sempat hang-out di sana menikmati secangkir kopi dan beberapa batang rokok bersama seorang kawan.

 

 

Fan Fan F Darmawan

Grey Race Foundation

 


Sekitar bulan Oktober tahun 2004, ada seorang teman yg membuka sebuah distro bernama If Venue, dikawasan Jl.M.Ramdan Bandung. Sebenarnya tempat itu lebih mirip community centre, atau pusat aktivitas diskusi, pameran, book gallery, bahkan terakhir  ini ada studio musik yg disewakan juga.

Irfan, salah seorang pengelolanya, yg juga teman sekantor saya menawarkan untuk membuat satu diskusi tentang UFO disana. Setiap hari sabtu sore di bulan pertama pembukaannya, selalu diadakan diskusi tentang topik-topik yg ‘ng’gak standar. Pernah ada sesi membahas sejarah Sunda kuno, ada yg bahas filsafat untuk remaja, diskusi film, dan pameran seni collase.

Awalnya ragu-ragu juga, apa ada orang mau denger cerita tentang UFO di tempat kayak begitu? Biasanya mereka tertarik ke masalah-masalah kajian seni, musik new age, atau diskusi aliran kiri, tapi ini tentang UFO? Belum lagi di Indonesia, orang lebih mudah menerima kehadiran pocong dan kuntilanak di jiwa mereka, dibanding merenungi kemungkinan keberadaan ras non-human di suatu tempat di tata surya kita.

Well, akhirnya saya terima tawaran itu, dan saya persiapkan beberapa modul utk presentasi. (definisi Modul : kertas contekan, saya bikin pointer data, tanggal, peristiwa, nama lokasi, tahun, yg menjadi peristiwa penting dalam fenomena UFO). Contekan itu berupa kertas ½ ukuran A4 yg ditulisi key word kalau kalau saya lupa tahun peristiwa atau tempat kejadian tertentu dlm presentasi saya. Wow ini seperti déjà vu! Saya pernah melakukan ini ketika menjelang ulangan sewaktu masih bersekolah dulu.

Show time, pada hari yg ditentukan saya harus menjadi pembicara untuk topik paling ganjil yg pernah saya bawakan. Urusan audiensi dan nge-cap sama berbagai jenis manusia bukan hal yg sulit buat saya, karena profesi harian saya sbg Public Relation sebuah penerbit. Tapi berbicara ttg UFO di satu forum diskusi, lumayan bikin saya mules.

Peserta diskusi sore itu cukup banyak, sekitar 40 remaja berkerumun di ruangan berukuran sekitar 7 x 4 meter. Sebagian besar dari mereka berusia sekitar 20-an, ada seorang bapak berusia 50-an yg ternyata kolektor kliping berita aneh-aneh, ada seorang wartawan Koran Tempo yg kemudian memuat liputan acara tsb, ada salah satu anggota milis betaufo namanya pak Wisnu, ada beberapa anak remaja yg memiliki informasi awal ttg UFO, dan sisanya anak muda yg curios, atau mungkin sekedar nongkrong nunggu jadwal malam mingguan.

Diskusi berjalan seru. Saya ngasih informasi awal ttg fenomena UFO, mulai dari rentetan peristiwa monumentalnya, sampai berbagai kesimpulan yg beredar ttg keberadaan UFO dan alien. Sebagian besar dari audiens memiliki informasi nol ttg fenomena ini. Ada muncul pertanyaan yg mendasar ttg keberadaan piring terbang dan alien, ada yg nyerempet eksistensi jin dan hantu, ada yg menyinggung konspirasi negara superior, macem macem lah pokoknya.

Saya promosikan juga tentunya aktivitas di mailing list para pecandu UFO di betaufo@yahoogroups.com, dan beberapa orang yg masih eksis mengkaji fenomena tsb, bahkan di dokumentasikan dalam bentuk buku dan majalah. Di Bandung cukup dikenal Bpk.Dedy Suardi penulis buku tentang UFO tahun 90-an, sampai saat ini ia masih bersemangat kalo diajak diskusi tentang alien. Di Bandung juga sempat dihebohkan oleh laporan seorang seniman senior, Sudjana Keton, yg mengaku diculik oleh UFO di tahun 1979 di rumahnya di kawasan Dago Atas.

Beberapa hari setelah sesi diskusi tsb, koran Tempo memuat berita ttg diskusi tsb dan dilengkapi dengan wawancara putri almarhum Sudjana Keton ttg peristiwa kunjungan UFO ke rumahnya.

You know what? Sekitar satu minggu setelah pemuatan nama saya di koran, yg juga memproklamirkan keberadaan Grey Race Foundation yg saya miliki, saya di telpon oleh seorang produser Metro TV untuk melakukan talk show secara live-studio tentang UFO. Waw! Saya berjalan terlalu jauh…saya musti ngajak orang yg ngasih banyak ilmu ttg UFO selama ini..Mas Nur Agustinus pendiri Beta-UFO di Surabaya.

Akhirnya kita berdua live on-air dari studio Metro TV, saya ng’gak pernah ingat dalam 10 tahun terakhir ada acara TV yg membahas masalah UFO dg nara sumber orang Indonesia, it’s amazing.

 

 

Fan Fan F Darmawan

Grey Race Foundation

Blog EntryMe & My Self..UFO & Rock n RollSep 6, '05 5:16 AM
for everyone

Selama bertahun-tahun, sejak SMP sekitar tahun 1987, saya memendam obsesi terhadap hal-hal yg bernuansa science-fiction dan fenomena makhluk luar angkasa. Hanya dua hal yang bisa menghibur saya saat itu, buku ‘Piring Terbang Mendarat Di Bumi’ (George Adamski), dan album Appetite for Destruction-nya GNR yg baru mendapat Grammy Award sbg Best Rock Band. Tidak ada dampak secara psikologis pada waktu itu, selain obsesi yang melonjak-lonjak sebagai seorang remaja tanggung yg lagi banyak pengennya.

Waktu berjalan, dan saya tumbuh beberapa tahun lebih tua sehingga semakin berat tuntutan orang tua agar saya menjadi anak yg berguna bagi nusa dan bangsa. Uniknya, UFO dan Heavy Metal, adalah dua hal yg selalu tumbuh bersama dan hidup berdampingan. Mereka menjadi dewasa seiring dg perkembangan usia saya. Jika di usia 13 tahun saya terpesona melihat make-up para personil Motley Crue, 3 tahun kemudian saya lebih apresiatif thd permainan gitar Dave Mustaine-nya Megadeth. Jika dulu saya cukup terpuaskan dg membaca artikel penampakan piring terbang dan monster loch ness, beberapa tahun kemudian saya menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana sebuah benda bisa bergerak dg kecepatan cahaya, apa yg ada di dalam tata surya kita, dan cerita-cerita mitologi yg ng’gak jelas mana fakta sejarah dan mana yg gosip semata. Meski begitu sejak SMP sampe SMA nilai Fisika dan Matematika saya gak pernah lebih dari 4…beneran…

Ada masanya ketika saya meninggalkan bacaan yg berhubungan dengan UFO, sekitar 2 - 3 tahun pertama di bangku kuliah. Di masa itu juga, ada masa ketika saya bicara tentang UFO kepada teman-teman, hasilnya adalah label ‘pembual’ yg melekat pada diri saya. Tidak ada yg tahan lebih dari 10 menit mendengar ocehan saya tentang UFO dan Piring Terbang, bahkan cewek tercantik di kampus tak peduli.

Tahun 2000 adalah tahun pertama saya kerja kantoran. Ng’gak asyik memang bangun pagi lalu ‘grasak-grusuk’ pake baju rapi terus berhadapan dg jalanan yg macet. Tidak lebih dari 2 tahun sebelumnya saya masih berpikir, betapa bodohnya orang yg bangun pagi, lalu beberapa detik setelah kesadarannya pulih, langsung berdesak-desakan di jalanan untuk menuju tempat kerja. Saat itu saya masih bisa bangun pagi, minum kopi, denger musik sambil menghabiskan sebatang rokok. Kini orang bodoh itu adalah aku, I hardly can’t f#*kin believe it!).

Di tahun itu juga saya secara ng’gak sengaja menjelajah search engine di internet dan mencari penggemar UFO di Indonesia. Hei…saya menemukannya! Ada website infoufo.com yg dibuat oleh seorang dari Surabaya bernama Nur Agustinus. Bahkan ada mailing list yg mendiskusikan masalah UFO, luar biasa! Di Indonesia lho…kalo di luar negeri saya ng’gak surprise lagi.

Ketika register di mailing-list dan mengikuti awal awal diskusinya, saya merasa dapat banyak informasi yg hebat-hebat dari para member yg hebat-hebat juga. Kayaknya saya tertinggal jauh deh..para anggota milis sepertinya lebih rajin meng up-date informasi dan punya waktu banyak buat browsing di internet dibanding saya waktu itu. Saya dapat banyak informasi, bahkan cenderung ‘information overload’. Tapi saya berhutang budi banyak pada milis ini, dan majalah Info Ufo yg terbit kemudian. Mereka membangkitkan kembali obsesi saya terhadap UFO dan sci-fi, yg sampai saat ini terus saya geluti dan hidup bersamanya.

Beruntung juga saya bisa mampir dan bertemu langsung dg Mas Nur Agustinus pendiri web site/mailing list/dan pembuat majalah Info UFO, di kediamannya di Surabaya.

Di jurnal saya berikutnya, akan saya ceritakan bagaimana kegilaan saya pada UFO membawa saya tampil di liputan media surat kabar, radio, dan interview live di sebuah stasiun televisi.

See ya….

 

 

Fan Fan F Darmawan

Grey Race     


Blog EntrySalam Perkenalan Untuk Para Grey RaceAug 25, '05 10:19 PM
for everyone

Salam…apa kabar semuanya? Senang sekali anda bisa mampir melihat halaman Grey Race. Sebelumnya,biarkan saya memperkenalkan diri dulu. Nama saya Fan Fan F Darmawan / Director Grey Race, domisili di Bandung, kota paling rock n roll se Indonesia. Saya penggemar dan pengamat UFO (Unidentified Flying Object/Benda Terbang Tak Dikenal). Saya tidak sendirian, ada beberapa kawan yg memiliki interest yg sama dan tergabung dalam komunitas on-line beta-ufo@yahoogroups.com.

Grey Race adalah medium saya dalam menyalurkan interest saya dalam hal UFO dan science fiction. Grey adalah embrio dari aktivitas saya dalam menyampaikan informasi yg berimbang ttg fenomena UFO dan Alien. Saya memerlukan sebuah institusi untuk kendaraan saya beraktivitas. Lebih jauh lagi, Grey kelak akan menjadi inspirasi bagi komunitasnya dalam mengembangkan minat thd UFO, sci-fi, bahkan science phylosophy. Saya mengundang anda semua untuk berdiskusi, bertanya, bahkan menyangkal, tentang topik yang menjadi interest saya.

Saat ini Grey menyediakan diri untuk membuat forum diskusi kecil tentang hal tsb diatas. Tujuannya tidak muluk-muluk, agar kita menjadi lebih bersyukur menjadi makhluk yg bernama manusia, dan lebih bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup ras manusia yg saat ini menuju ‘self destruction’. Bahwa kita diciptakan untuk menjadi wakil dari ‘materi yg lebih tinggi’ yg menciptakan manusia dan alam raya.

Hei jangan lupa..Grey Race juga sudah menyiapkan merchandise buat anda yg menggemari UFO. Merchandise ini di produksi dg jumlah terbatas dan dijaga kualitas produksinya. Variasi produk nya akan diperbanyak seiring perjalanan waktu. Saat ini yang tersedia adalah t-shirt, tas, pin, dan beberapa buku tentang UFO yg diterbitkan oleh penerbit Indonesia.

Silahkan kirim e-mail anda ke greyrace_id@yahoo.com  atau kirim sms ke 08156076562.

 

 

Fan Fan F Darmawan

Director of Grey Race

 

WackyPedia

Grey Race : (n) jenis atau ras alien yg digambarkan sebagai makhluk berkulit abu-abu, bermata bulat besar, dahi lebar, dan banyak digambarkan sebagai prototype alien yg sering dilaporkan dalam kasus perjumpaan dg alien dan UFO / (n) Judul album band punk-rock Bad Religion / (n) Organisasi dan komunitas pengamat UFO di Bandung //


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help